Transparansi Data 2025
Statistik Desa Banua Baru
Ringkasan data kependudukan, pendidikan, lahan, sarana dasar, dan APB desa dalam satu halaman yang mudah dipindai untuk seluruh warga.
Pembaruan terakhir
15 Januari 2026
Sumber
Rekap desa dan laporan APB berjalan
Format
Ringkasan publik, akses cepat via ponsel
Total penduduk
3.421 jiwa
1.102 kepala keluarga
Luas wilayah
785 ha
54,2% lahan produktif
Fasilitas dasar
29 unit
pendidikan, kesehatan, ibadah, olahraga
APB desa
Rp2,48 miliar
74% serapan triwulan III
Kependudukan
Gambaran penduduk saya susun sebagai pintu masuk, karena inilah angka yang paling sering dipakai warga untuk memahami skala desa. Pie chart dipakai untuk komposisi yang benar-benar proporsional, lalu detail tambahan tetap dibaca secara linear.
Komposisi penduduk menurut jenis kelamin
Perbandingan laki-laki dan perempuan hampir seimbang, sehingga layanan dasar perlu dibaca sebagai kebutuhan rumah tangga, bukan segmen tunggal.
Donut chart
Laki-laki
1.731 jiwa
50.6%
Perempuan
1.690 jiwa
49.4%
Sorotan demografi
Usia produktif 25-54
Kelompok usia terbesar, penting untuk arah pemberdayaan ekonomi dan layanan keluarga muda.
38,5%
Anak usia 0-14
Menjaga kebutuhan sekolah dasar, posyandu, dan ruang bermain tetap tinggi.
26,7%
Kepadatan penduduk
Pertumbuhan permukiman tetap perlu dibaca bersama kapasitas jalan dan air bersih.
436 jiwa/km²
Rata-rata anggota KK
Ukuran keluarga relatif ringkas, cocok untuk membaca kebutuhan layanan rumah tangga inti.
3,1 orang
Pendidikan
Di bagian pendidikan, saya prioritaskan distribusi jenjang terakhir warga. Pie chart di sini membantu cepat melihat dominasi lulusan dasar dan menengah, lalu fasilitas pendukung saya letakkan terpisah agar tidak bercampur dengan komposisi penduduk.
Pendidikan terakhir warga
Distribusi ini menunjukkan mengapa sekolah dasar, menengah, dan pelatihan kerja masih jadi sumbu penting pelayanan desa.
Pie chart
Belum/tidak sekolah
214 jiwa
6.3%
SD/sederajat
1.096 jiwa
32%
SMP/sederajat
784 jiwa
22.9%
SMA/sederajat
946 jiwa
27.7%
Diploma/S1+
381 jiwa
11.1%
Dukungan pendidikan yang tersedia
PAUD/TK
2 unit
124 anak terdaftar
SD
2 unit
418 siswa aktif
SMP
1 unit
186 siswa
Beasiswa desa
48 penerima
untuk SMA, SMK, dan mahasiswa
Lahan
Distribusi lahan lebih mudah dibaca sebagai potongan proporsi daripada daftar angka biasa. Karena itu saya ubah menjadi pie chart besar, lalu saya tambahkan dua kesimpulan cepat agar warga langsung mengerti posisi lahan produktif dan ruang fasilitas umum.
Pemanfaatan wilayah 785 ha
Desa tidak hanya tumbuh sebagai area hunian. Sawah dan perkebunan rakyat masih menjadi penyangga ekonomi rumah tangga.
Pie chart
Permukiman
215 ha
27.4%
Sawah
180 ha
22.9%
Perkebunan rakyat
246 ha
31.3%
Fasilitas umum
58 ha
7.4%
Lahan terbuka & lainnya
86 ha
11%
Lahan produktif
54,2%
Gabungan sawah dan perkebunan rakyat, penting untuk menjaga arah pembangunan agar tidak seluruhnya terserap permukiman baru.
Ruang fasilitas umum
58 ha
Meliputi area sekolah, rumah ibadah, lapangan, kantor desa, dan koridor jalan utama.
Sarana & prasarana
Bagian ini saya pecah menjadi dua cara baca. Fasilitas fisik dibaca sebagai daftar ringkas, sedangkan kualitas jangkauan layanan dasar tetap dibaca dengan batang horizontal supaya mudah membandingkan cakupan dan kekurangannya.
Fasilitas utama
Posyandu
4 unit
layanan balita dan lansia tiap bulan
Rumah ibadah
8 unit
masjid, mushala, dan gereja
Lapangan olahraga
3 unit
sepak bola, voli, dan bulu tangkis
Ruang belajar desa
1 unit
kelas komputer dan pelatihan warga
Cakupan layanan dasar
Jalan lingkungan baik
72% dari cakupan yang ditargetkan desa pada tahun berjalan.
12,4 km
Jalan perlu peningkatan
28% dari cakupan yang ditargetkan desa pada tahun berjalan.
4,8 km
Rumah tangga berlistrik
96.9% dari cakupan yang ditargetkan desa pada tahun berjalan.
1.068 KK
Akses air bersih layak
84.8% dari cakupan yang ditargetkan desa pada tahun berjalan.
934 KK
Akses internet stabil
70% dari cakupan yang ditargetkan desa pada tahun berjalan.
771 KK
APB Desa
Saya tambahkan dua pie chart di bagian APB karena warga biasanya ingin melihat dua hal sekaligus: dari mana uang desa berasal dan ke mana uang itu dibelanjakan. Dengan dua lingkaran ini, pembacaan sumber dan arah belanja jadi langsung terasa.
Sumber pendapatan desa
Pendapatan desa masih ditopang terutama oleh dana transfer, sehingga fleksibilitas belanja perlu selalu dibaca bersama prioritas program tahunan.
Pie chart
Dana desa
Rp 1.016.800.000
41%
Alokasi dana desa
Rp 719.200.000
29%
Bagi hasil pajak & retribusi
Rp 297.600.000
12%
Bantuan keuangan kabupaten
Rp 272.800.000
11%
Lain-lain pendapatan sah
Rp 173.600.000
7%
Arah belanja desa
Porsi belanja paling besar tetap bergerak ke pembangunan, disusul penyelenggaraan pemerintahan dan pemberdayaan masyarakat.
Pie chart
Penyelenggaraan pemerintahan
Rp 512.000.000
22.1%
Pelaksanaan pembangunan
Rp 1.048.000.000
45.3%
Pembinaan kemasyarakatan
Rp 284.000.000
12.3%
Pemberdayaan masyarakat
Rp 398.000.000
17.2%
Bencana & darurat
Rp 73.000.000
3.2%
Status belanja berjalan
Serapan
74%
Belanja dominan
Pembangunan
Catatan
Prioritas terbesar: jalan lingkungan, drainase, dan dukungan posyandu.
Ringkasan angka APB
Pendapatan
Rp2,48 M
Belanja
Rp2,32 M
Pembiayaan
Rp165 Jt